Bahaya Pewarna Makanan Buatan (Sintetis)
Bahan pewarna
makanan bukanlah merupakan hal baru. Sudah sejak lama umat manusia
menggunakan zat tertentu untuk memberikan warna pada makanan. Salah stau
tujuan utamanya adalah untuk “menggoda” konsumen dengan warna-warna
yang menarik, sehingga konsumen tertarik utuk membeli dan akhirnya
memakannya. Meski telah lama digunakan, ada perbedaan mendasar antara
waktu lampau dengan waktu kini perihal sumber bahan pewarna makanan
tersebut. Pada waktu lampau, bahan pewarna makanan sering diambil dari
bahan-bahan alam, misalkan ingin warna merah maka akar bit yang
digunakan, dan seterusnya. Nah, setelah perang dunia ke-2, bahan-bahan
pewarna buatan atau sintetis mulai marak digunakan. Dalam proses
pembuatannya, seringkali pewarna alami digunakan sebagai purwarupa dalam
proses sintetis pewarna buatan. Oleh karena itu, pewarna buatan dapat
dipastikan akan memiliki warna yang lebih mencolok atau menarik
ketimbang pewarna alami. Selain warna yang lebih menarik, keunggulan
lain pewarna buatan dibandingkan pewarna alami adalah biaya yang
dibutuhkan dalam proses produksinya lebih kecil serta memiliki waktu
kadaluwarsa yang jauh lebih panjang daripada pewarna alami. Terlepas
dari keunggulannya, pewarna sintetis ternyata menyimpan sejuta bahaya,
terutama bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Berikut ini uraian
bahaya dari pewarna sintetis atau buatan:
- Menyebabkan Kanker Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pewarna makanan yang biasa digunakan pada produk es krim, permen dan minuman, yaitu Blue 1, beresiko dapat menyebabkan kanker pada tikus. Hal yang sama juga ditemukan pada pewarna Blue 2 yang beresiko menyebabkan kanker otak pada tikus jantan.
- Menyebabkan Hiperaktivitas Beberapa pewarna juga dihubungkan oleh munculnya hiperaktifitas pada anak-anak. Beberapa gejala hiperaktif yang disebabkan oleh pewarna makanan, seperti Red 40, yaitu tantrum, gelisah, agresif, ketidakmampuan untuk focus dan gugup. Studi terbaru menunjukkan bahwa pewarna dan pengawet sintetik tertentu menjadi penyebab memperburuknya gejala ADD dan ADHD pada anak.
- Gangguan pada Ginjal Pewarna tertentu yang diketahui dengan nama Yellow 6 terkait dengan munculnya tumor ginjal dan tumor pada kelenjar adrenal. Yellow 6 juga diketahui mengandung sedikit senyawa karsinogen.
- Kemandulan pada Pria Pewarna Blue 1 dan 2 diketahui juga dapat menyebabkan kemandulan pada pria.
- Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh Sebuah studi yang dilakukan di University of California menunjukkan bahwa beberapa pewarna makanan dapat menyebabkan melemahnya system imun tubuh. Dari studi yang dilakukan itu, dosis pewarna makanan yang dikonsumsi akan menentukan tingkat pelemahan system kekebalan tubuh.
- Komplikasi Gejala lainnya yang mungkin dapat muncul secara bersamaan (komplikasi) yang disebabkan oleh pewarna makanan sintetis yang berbahaya adalah reaksi alergi, serangan asma, migraine, pandangan kabur, kecemasan dan munculnya masalah pada perilaku.

Amankah Mengonsumsi Telur Setiap Hari Selama Hamil?
Telur merupakan bahan makanan
yang mudah didapat dan terbilang praktis untuk dimasak. Tak perlu repot
mengolah telur, cukup dimasak dengan cara direbus, digoreng, atau
didadar, Anda sudah bisa langsung menyantap dan menikmati telur.
Karena praktis dan mudah didapat, banyak orang yang menjadikan telur
sebagai makanan favorit yang selalu ada dalam menu makan sehari-hari.
Termasuk bagi ibu yang sedang hamil, banyak juga yang menjadikan telur
sebagai makanan yang paling sering dikonsumsi selama hamil.
Lantas, apakah boleh ibu hamil mengonsumsi telur setiap hari?
Boleh-boleh saja. Namun, ada resiko yang juga perlu diperhatikan. Telur
(khususnya bagian kuning telur) sangat tinggi kandungan kolesterol.
Dalam satu butir telur ukuran sedang (berat 44 gram) terkandung sekitar
186 mg kolesterol. Sementara, batasan kolesterol yang boleh dikonsumsi
orang dewasa per hari adalah kurang dari 300 mg kolesterol. Bila 1-2
butir telur dikonsumsi setiap hari oleh ibu hamil, dikhawatirkan akan
melebihi kebutuhan kolesterol harian yang dianjurkan per hari, terlebih
bila jenis makanan lainnya yang dikonsumsi ibu hamil juga mengandung
kolesterol yang cukup tinggi. Tapi, bila Ibu hamil bisa menjaga asupan
kolesterol hariannya tidak melebihi batas yang dianjurkan, maka konsumsi
1 butir telur per hari masih diperbolehkan. Bila tidak bisa, sebaiknya
konsumsi telur dibatasi 3-4 kali dalam seminggu.
Wanita hamil dengan kadar kolesterol yang normal juga boleh
mengonsumsi 1 atau 2 butir telur (utuh) per hari. Sementara, bila kadar
kolesterol dalam tubuh wanita hamil cukup tinggi, sebaiknya hindari
mengonsumsi bagian kuning telur, makanlah bagian putih telurnya saja.
Manfaat konsumsi telur selama hamil
Dalam telur terkandung sejumlah zat gizi penting yang diperlukan dan
bermanfaat bagi kehamilan. Telur kaya akan kandungan protein, lemak,
mineral seperti selenium, seng (zinc), vitamin A, B Kompleks, dan
vitamin D. Telur juga mengandung kolin yang sangat bagus untuk mendukung
tumbuh kembang otak janin.
Berikut beberapa manfaat penting mengonsumsi telur selama hamil:
- Telur mengandung protein yang amat penting bagi kehamilan. Protein sangat penting untuk membangun plasenta. Protein juga diperlukan untuk mendukung setiap tahapan tumbuh kembang sel-sel tubuh bayi dalam kandungan. Setiap sel tubuh bayi yang sedang tumbuh tersusun atas protein. Dan, selama masih dalam kandungan sel-sel tubuh bayi bertumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Oleh karena itulah butuh asupan protein yang cukup tinggi untuk mengimbangi tumbuh kembang sel tubuh bayi yang berlangsung cepat tersebut. Selama kehamilan, wanita harus mengkonsumsi antara 90 dan 110 gram protein setiap hari. Dan, dalam satu butir telur ukuran sedang (44 gram) terkandung sekitar 6 gram protein. Makan telur setiap hari, misalnya saat sarapan atau makan siang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian yang diperlukan ibu hamil.
- Telur bermanfaat bagi otak bayi. Telur mengandung lebih dari 12 vitamin dan mineral yang penting dan menyehatkan. Telur juga kaya akan kolin, yaitu zat yang sangat bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang fungsi dan kesehatan otak bayi. Kolin juga berperan dalam mencegah timbulnya cacat tabung saraf janin. Makan 1 butir telur per hari dapat memenuhi hampir setengah dari jumlah kebutuhan harian kolin yang disarankan. Selain telur, bahan makanan lainnya yang tinggi kandungan kolin adalah hati sapi dan hati ayam. Beberapa telur juga mengandung asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan penglihatan (mata) bayi. Oleh karena itu, dianjurkan bagi ibu hamil untuk lebih memilih telur yang mengandung omega 3 (biasanya tertulis pada kemasan).
- Telur mengandung kalori yang diperlukan untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Dalam satu butir telur ukuran sedang (44 gram) terkandung sekitar 70 kalori. Wanita hamil harus mengonsumsi sekitar 200-300 tambahan kalori per hari. Sehingga, konsumsi 1-2 butir telur per hari dapat membantu ibu hamil dalam memenuhi kecukupan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan.
Cara mengetahui apakah telur masih bagus atau tidak
Meskipun bermanfaat, Anda tetap harus berhati-hati dalam memilih
telur yang akan dikonsumsi. Terlebih di masa kehamilan, dimana segala
makanan yang masuk ke dalam tubuh juga akan ikut dimakan oleh bayi.
Agar sehat dan aman, konsumsilah telur yang masih bagus dan belum
kadaluarsa.
Salah satu ciri telur yang masih bagus dan aman untuk dikonsumsi
adalah tidak mengeluarkan bau yang busuk. Selain itu, Anda juga bisa
melakukan tes sederhana untuk mengetahui apakah telur tersebut masih
bagus atau tidak. Caranya, siapkan mangkuk atau gelas berisi air dingin
dengan ketinggian air kira-kira dua kali tinggi telur. Setelah itu,
masukkan telur ke dalamnya, tunggu selama kurang lebih 10 detik, dan
lihat apakah telur tersebut terapung atau tenggelam. Telur yang masih
bagus akan tenggelam di dasar mangkuk/gelas. Sementara, bila telur
terapung berarti telur tersebut sudah tidak bagus dan tidak boleh untuk
dikonsumsi.
Agar lebih aman dari bakteri, simpanlah telur di dalam lemari es.
Saat akan mengonsumsi telur, pilihlah telur yang cangkangnya masih bagus
(utuh) dan tidak pecah. Selain itu, saat akan mengonsumsi telur,
perhatikan dan cium apakah telur tersebut mengeluarkan aroma/bau yang
busuk atau tidak. Telur yang masih bagus tidak akan mengeluarkan bau
yang busuk. Sementara telur yang sudah tidak bagus akan mengelurkan bau
busuk dan tidak boleh dikonsumsi lagi.
Perhatikan pula bagian putih dan kuning telur. Telur yang masih
bagus, bagian putih telurnya jernih seperti gel dan tidak berair,
sementara bagian kuning telurnya memiliki batas yang jelas dengan bagian
putih telur dan tidak berair.
Telur rebus yang sudah dikupas harus segera dimakan (dihabiskan)
dalam waktu 2 jam. Sementara telur rebus yang belum dikupas dapat
dihabiskan lebih lama. Peringatan penting yang harus selalu diperhatikan
oleh ibu hamil adalah jangan pernah mengonsumsi telur mentah atau
setengah matang, karena dapat mengandung bakteri salmonella yang
membahayakan kehamilan. Infeksi salmonella dapat menyebabkan kelahiran
prematur, kontraksi rahim, dehidrasi, diare dan muntah-muntah pada
wanita hamil. Oleh karena itu, pastikan telur yang Anda makan
benar-benar dimasak dengan matang.
Referensi informasi nutrisi (kandungan gizi) telur: nutritiondata.self.com
Kandungan gizi (nutrisi) buah nangka
Buah nangka atau dalam nama latin disebut Artocarpus heterophyllus merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Buah yang dikenal sebagai buah tropis ini banyak dijumpai dalam berbagai jenis hidangan di Asia, terutama di Indonesia, seperti sayur gulai nangka, minuman es buah, atau bisa dimakan langsung tanpa diolah.
(Kandungan gizi (nutrisi) yang terkandung dalam 165 gram buah nangka)
- Kalori: 155 kalori
- Protein: 2,8 gram
- Air: 121 gram
- Total lemak: 1.1 gram
- Omega-3: 130 mg
- Omega-6: 25 mg
- Vitamin A: 182 IU
- Vitamin C: 23 mg
- Tiamin: 173 mcg
- Riboflavin: 91 mcg
- Niacin: 1,5 mg
- Vitamin B6: 543 mcg
- Asam Folat: 40 mcg
- Kalsium: 40 mg
- Zat besi: 380 mcg
- Magnesium: 48 mg
- Fosfor: 35 mg
- Kalium: 739 mg
- Sodium: 3.3 mg
- Zinc: 215 mcg
- Tembaga: 125 mcg
- Mangan: 71 mcg
- Selenium: 0.99 mcg
Manfaat Buah Nangka
Melihat begitu banyak kandungan gizi dan nutrisi penting yang ada dalam buah nangka, tentunya buah ini memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Apa saja manfaatnya?
Setelah mengetahui seperti apa nutrisi, manfaat, dan efek samping dari buah nangka, sekarang, mari kita lihat apakah buah ini aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.
Banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi buah nangka selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Namun, anggapan itu hanyalah mitos, karena tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal tersebut. Faktanya buah nangka sangat kaya akan nutrisi penting yang diperlukan oleh ibu hamil dan janin.
Kandungan vitamin A yang tinggi dalam buah nangka sangat penting bagi perkembangan janin, terutama membantu perkembangan dan pembentukan fungsi organ penglihatan (mata) janin. Buah nangka juga kaya akan vitamin B3 yang membantu mengatur hormon, meningkatkan imunitas, dan mengontrol tingkat stres pada wanita hamil.
Kandungan mineral magnesium dan kalsium dalam buah nangka baik untuk tulang dan bermanfaat bagi ibu hamil, karena selama hamil kebutuhan akan kalsium meningkat. Kalsium diperlukan oleh janin untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium juga bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah, membantu agar perkembangan sistem saraf janin berjalan normal, dan bermanfaat dalam perkembangan jantung bayi. Bila kebutuhan kalsium selama hamil tidak terpenuhi, maka bayi akan mengambil kalsium ibu dari tulang ibu yang pada akhirnya akan memengaruhi kesehatan ibu hamil.
Selama kehamilan, kebutuhan akan zat besi meningkat. Oleh karena itu, kandungan zat besi yang tinggi dalam buah nangka juga baik untuk memenuhi kebutuhan zat besi wanita selama hamil dan membantu mencegah anemia. Beberapa gejala anemia yang dapat mengganggu kenyamanan selama hamil diantaranya adalah sering pusing dan lelah. Kandungan kalium dalam buah nangka juga bermanfaat bagi ibu hamil dalam mencegah hipertensi, dimana kondisi hipertensi cukup sering terjadi saat hamil.
Selain itu, buah nangka juga kaya akan serat, sehingga bermanfaat untuk mengatasi keluhan sembelit (susah air besar) yang sering terjadi pada wanita hamil. Meski begitu, bukan berarti buah ini bisa dikonsumsi secara berlebihan. Karena kandungan seratnya yang tinggi, bila dikonsumsi secara berlebihan dapat bersifat sebagai pencahar yang dapat menyebabkan diare pada wanita hamil.
Jadi, bila dikonsumsi secara wajar (dalam batas normal dan tidak berlebihan), buah nangka termasuk aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Banyak wanita hamil makan buah nangka selama kehamilannya, dan selama ini tidak menimbulkan efek yang membahayakan.

Di dalam telur tidak hanya terkandung protein, namun juga terkandung berbagai vitamin dan mineral yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa vitamin yang terkandung adalah vitamin A, E dan K, serta berbagai jenis vitamin B seperti B12, riboflavin dan asam folat. Mineral yang ada di dalam telur yang juga berperan dalam proses pemulihan otot adalah kalsium, zinc dan zat besi.
So, jangan ragu lagi untuk mengonsumsi telur. Jika Kamu takut akan isu lemak yang terkandung di dalam telur, simpan dulu kekhawatiran Kamu, karena telur hanya mengandung sejumlah kecil asam lemak jenuh (sering disebut asam lemak jahat), kira-kira sekitar 1.6 gram dari 5 gram lemak yang terkandung di dalam telur. Bagaimana dengan kolesterol? Menurut situs bodybuilding, telur memang mengandung kolesterol, namun kolesterol yang terkandung di dalam telur tidak berperan dalam peningkatan kadar kolesterol di dalam darah yang berasosiasi dengan berbagai masalah kesehatan, seperti aterosklerosis, jantung koroner ataupun stroke. Nah, sekarang tidak perlu khawatir lagi mengonsumsi telur guna mendapatkan tubuh berotot yang Kamu inginkan.

Senyawa Amin Heterosiklik (AH) dihasilkan ketika kreatin dan asam-sam amino yang terkandung pada daging bereaksi dengan panas. Sedikit atau banyaknya senyawa AH yang dihasilkan tergantung dari tinggi rendahnya temperatur memasak yang digunakan, serta tergantung juga dari lama atau sebentarnya proses memasak dilakukan. Senyawa AH diklasifikasikan oleh National Institute of Health sebagai agen penyebab kanker, dan juga diketahui bersifat genotoksik. Genotoksik maksudnya adalah senyawa AH dapat menyebabkan mutasi, delesi (penghapusan) dan insersi (pemasukan) pada tingkat DNA. Nah, dalam proses memanggang (seperti pada pembuatan Sate) dan menggoreng, senyawa AH lebih banyak dihasilkan ketimbang ketika daging direbus atau dimasak dengan metode dimana daging tidak bersentuhan langsung dengan sumber panasnya. Sayangnya proses memanggang dan menggoreng tidak bisa dihindarkan dalam proses memasak, oleh karena itu untuk melawan senyawa AH yang dihasilkan maka perbanyaklah untuk mengonsumsi sayur-sayuran dengan rasio 2:1, 2 untuk sayuran dan 1 untuk daging.
Senyawa Glikotoksin
Saat Kamu memasak orek tempe Kamu akan melihat terjadinya proses karmelisasi antara kecap yang digunakan dengan panas atau saat Kamu memanggang roti akan terlihat munculnya warna coklat, kedua proses itu menggambarkan terjadinya reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula (karbohidrat) dan protein dengan panas yang ditandai dengan munculnya warna coklat. Reaksi Maillard sering juga disebut reaksi pencoklatan. Dalam proses memasak, terjadinya reaksi Maillard bukan hanya akan menurunkan tingkat nutrisi dari makanan, namun juga akan menghasilkan senyawa yang disebut dengan glikotoksin. Pada kadar yang tinggi, senyawa glikotoksin berkontribusi pada beberapa peningkatan resiko keadaan tubuh seperti inflamasi, aterosklerosis, kerusakan ginjal, diabetes, Alzheimer, dan lain-lain.

Mengingat efek negatifnya terhadap kesehatan tubuh, maka Kita wajib memerhatikan konsumsi makanan yang mungkin mengandung senyawa glikotoksin. Oleh karena itu metode memasak yang digunakan memegang peranan penting terhadap kandungan senyawa glikotoksin pada suatu bahan makanan. Sebagai contoh, 90 gram daging ayam yang dimasak dengan cara digoreng dan dipanggang akan menghasilkan senyawa glikotoksin pada kisaran angka 4000 hingga 9000, sementara jika direbus atau disteam hanya akan menghasilkan 1000 senyawa glikotoksin. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi senyawa glikotoksin yang dihasilkan selama proses memasak adalah memasaklah dengan menggunakan temperatur rendah atau memasak dengan menggunakan cairan. Hal itu akan menghindari kontak langsung antara sumber panas dengan bahan makanan, sehingga senyawa glikotoksin yang dihasilkan tidak tinggi. Cara lain adalah dengan menambahkan asam, seperti perasan air jeruk lemon ataupun cuka, saat memasak.
Senyawa Akrilamid
Senyawa akrilamid juga merupakan produk dari reaksi Maillard, selain glikotoksin. Ketika asam amino asparagin yang terkandung dalam makanan bereaksi dengan gula yang berasal dari bahan makanan yang sama atau yang lain dengan bantuan panas yang tinggi (120 derajat C), maka pada saat itu senyawa akrilamid akan dihasilkan. Semakin tinggi temperatur yang digunakan dan semakin lama proses memasaknya, maka semakin banyak pula senyawa akrilamid yang dihasilkan. Makanan-makanan yang kerap kita konsumsi sehari-hari, seperti French Fries (kentang goreng), keripik kentang, sereal dan lain-lain, diketahui mengandung senyawa akrilamid. So, bila Kamu mengonsumsi makanan-makanan itu cukup sering, maka sekarang saatnya untuk lebih bervariasi lagi dalam memilih bahan makanan, terutama ba.han makanan yang sehat dan menyehatkan. Senyawa akrilamid berbahaya untuk dikonsumsi karena sifatnya yang genotoksik, karsinogenik (menyebabkan kanker) dan neurotoksik (bahaya untuk saraf).
Senyawa-senyawa berbahaya di atas pada umumnya ada dalam bahan makanan setelah melalui proses memasak yang menggunakan panas tinggi, seperti menggoreng dan memanggang. Sayangnya, masyarakat Indonesia cukup akrab dengan makanan yang diolah dengan proses menggoreng ataupun memanggang, sebut saja gorengan ataupun sate. Nah, kalau sudah begitu maka kebiasaan tersebut harus dikurangi dan dialihkan dengan menggunakan metode memasak yang lain, seperti merebus ataupun mengukus, atau diimbangi dengan konsumsi sayuran segar, seperti lalapan (kebersihannya harus dperhatikan).
Bolehkah Buah Nangka Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil?
Bolehkah buah dan sayur nangka dikonsumsi oleh ibu hamil? Berbahayakah nangka bagi bayi yang dikandung maupun bagi kesehatan ibu selama hamil? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah cukup sering kita dengar. Bahkan, mungkin saja Anda saat ini juga sedang bertanya-tanya akan hal tersebut. Ada yang mengatakan bahwa buah nangka boleh dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa buah nangka termasuk buah yang harus dihindari selama kehamilan, karena dapat menyebabkan keguguran. Untuk menjawab hal tersebut, mari kita lihat terlebih dahulu bagaimana kandungan gizi (nutrisi), manfaat, dan efek samping dari buah nangka.Kandungan gizi (nutrisi) buah nangka
Buah nangka atau dalam nama latin disebut Artocarpus heterophyllus merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Buah yang dikenal sebagai buah tropis ini banyak dijumpai dalam berbagai jenis hidangan di Asia, terutama di Indonesia, seperti sayur gulai nangka, minuman es buah, atau bisa dimakan langsung tanpa diolah.
- Buah nangka kaya akan vitamin A dan C, riboflavin, niasin, tiamin, dan asam folat.
- Buah nangka rendah sodium, kolesterol, dan lemak jenuh.
- Buah nangka banyak mengandung mineral penting seperti magnesium, kalsium, zat besi, kalium, fosfor, tembaga, seng, mangan, dan selenium.
- Buah nangka termasuk buah yang kaya serat dan menyediakan hampir 11% dari kebutuhan serat harian.
- Mengandung gula sederhana seperti fruktosa dan sukrosa.
- Diperkaya dengan fitonutrien, seperti lignan, isoflavon, dan saponin yang bersifat anti-kanker dan anti-penuaan, dan anti-ulterasi.
(Kandungan gizi (nutrisi) yang terkandung dalam 165 gram buah nangka)
- Kalori: 155 kalori
- Protein: 2,8 gram
- Air: 121 gram
- Total lemak: 1.1 gram
- Omega-3: 130 mg
- Omega-6: 25 mg
- Vitamin A: 182 IU
- Vitamin C: 23 mg
- Tiamin: 173 mcg
- Riboflavin: 91 mcg
- Niacin: 1,5 mg
- Vitamin B6: 543 mcg
- Asam Folat: 40 mcg
- Kalsium: 40 mg
- Zat besi: 380 mcg
- Magnesium: 48 mg
- Fosfor: 35 mg
- Kalium: 739 mg
- Sodium: 3.3 mg
- Zinc: 215 mcg
- Tembaga: 125 mcg
- Mangan: 71 mcg
- Selenium: 0.99 mcg
Manfaat Buah Nangka
Melihat begitu banyak kandungan gizi dan nutrisi penting yang ada dalam buah nangka, tentunya buah ini memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Apa saja manfaatnya?
- Magnesium yang ditemukan dalam jumlah besar dalam buah nangka membantu penyerapan kalsium tubuh. Kalsium yang tinggi dalam buah nangka bermanfat untuk memperkuat tulang. Kandungan zat besi dalam buah nangka dapat membantu memperlancar peredaran darah dan mencegah anemia. Sementara kandungan kalium yang cukup tinggi dalam buah nangka bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
- Buah nangka kaya serat sehingga baik untuk membantu mengatasi masalah sembelit (konstipasi) dan memperlancar buang air besar.

- Karena kandungan gulanya sederhana (Fruktosa dan Sukrosa), maka buah nangka dapat membantu menambah energi tubuh tanpa menambah lemak atau kolesterol pada tubuh.
- Kandungan anti-kanker dalam buah nangka bermanfaat dalam melawan radikal bebas penyebab kanker dalam tubuh dan menghambat degenerasi sel.
- Kandungan anti-ulterasi dalam nangka dapat melindungi usus dari luka (menyehatkan usus), membantu penyembuhan borok, dan mencegah sejumlah gangguan sistem pencernaan.
- Kandungan senyawa anti-penuaan dalam buah nangka dapat memperlambat degenerasi sel-sel kulit dan membuat kulit terlihat lebih muda.
- Buah ini juga baik dalam menjaga penglihatan (mata) karena kaya vitamin A.
- Buah nangka dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, khususnya mereka yang memang alergi terhadap buah ini.
- Buah ini dapat meningkatkan koagulasi pada orang yang menderita kelainan darah.
- Buah nangka dapat mengubah tingkat toleransi glukosa pada pasien diabetes.
Setelah mengetahui seperti apa nutrisi, manfaat, dan efek samping dari buah nangka, sekarang, mari kita lihat apakah buah ini aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.
Banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi buah nangka selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Namun, anggapan itu hanyalah mitos, karena tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal tersebut. Faktanya buah nangka sangat kaya akan nutrisi penting yang diperlukan oleh ibu hamil dan janin.
Kandungan vitamin A yang tinggi dalam buah nangka sangat penting bagi perkembangan janin, terutama membantu perkembangan dan pembentukan fungsi organ penglihatan (mata) janin. Buah nangka juga kaya akan vitamin B3 yang membantu mengatur hormon, meningkatkan imunitas, dan mengontrol tingkat stres pada wanita hamil.
Kandungan mineral magnesium dan kalsium dalam buah nangka baik untuk tulang dan bermanfaat bagi ibu hamil, karena selama hamil kebutuhan akan kalsium meningkat. Kalsium diperlukan oleh janin untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium juga bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah, membantu agar perkembangan sistem saraf janin berjalan normal, dan bermanfaat dalam perkembangan jantung bayi. Bila kebutuhan kalsium selama hamil tidak terpenuhi, maka bayi akan mengambil kalsium ibu dari tulang ibu yang pada akhirnya akan memengaruhi kesehatan ibu hamil.
Selama kehamilan, kebutuhan akan zat besi meningkat. Oleh karena itu, kandungan zat besi yang tinggi dalam buah nangka juga baik untuk memenuhi kebutuhan zat besi wanita selama hamil dan membantu mencegah anemia. Beberapa gejala anemia yang dapat mengganggu kenyamanan selama hamil diantaranya adalah sering pusing dan lelah. Kandungan kalium dalam buah nangka juga bermanfaat bagi ibu hamil dalam mencegah hipertensi, dimana kondisi hipertensi cukup sering terjadi saat hamil.
Selain itu, buah nangka juga kaya akan serat, sehingga bermanfaat untuk mengatasi keluhan sembelit (susah air besar) yang sering terjadi pada wanita hamil. Meski begitu, bukan berarti buah ini bisa dikonsumsi secara berlebihan. Karena kandungan seratnya yang tinggi, bila dikonsumsi secara berlebihan dapat bersifat sebagai pencahar yang dapat menyebabkan diare pada wanita hamil.
Jadi, bila dikonsumsi secara wajar (dalam batas normal dan tidak berlebihan), buah nangka termasuk aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Banyak wanita hamil makan buah nangka selama kehamilannya, dan selama ini tidak menimbulkan efek yang membahayakan.
Konsumsi Telur untuk Membentuk Tubuh Berotot
Telur merupakan bahan makanan yang mudah ditemui, mudah diolah, harganya murah dan merupakan makanan bernutrisi tinggi. Bagi kamu yang menginginkan tubuh berotot, sangat disarankan untuk mengonsumsi telur secara rutin. Kenapa harus telur? Telur mengandung protein tinggi, dan protein yang terkandung di dalam telur merupakan jenis protein yang sangat bernilai bagi tubuh, terutama untuk membangun massa otot dan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan protein. Tanpa protein, sebanyak apapun Kamu berlatih, maka ototmu tidak akan bisa terbangun dan terbentuk. Dan menurut menshealth, protein telur lebih baik dibanding dengan protein yang terkandung di dalam daging sapi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 20 gram protein telur pada suatu waktu baik untuk membangun massa otot. Waktu yang paling tepat untuk mengonsumsi 20 gram protein telur tersebut adalah setelah latihan. Apalagi jika santapan telur itu ditemani oleh santapan karbohidrat dengan perbandingan 3:1 atau 4:1 dengan protein telur. Satu butir telur kira-kira mengandung 7 gram protein, maka untuk mendapatkan 20 gram protein dalam satu waktu Kamu harus mengonsumsi telur sebanyak 3 butir.
Di dalam telur tidak hanya terkandung protein, namun juga terkandung berbagai vitamin dan mineral yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa vitamin yang terkandung adalah vitamin A, E dan K, serta berbagai jenis vitamin B seperti B12, riboflavin dan asam folat. Mineral yang ada di dalam telur yang juga berperan dalam proses pemulihan otot adalah kalsium, zinc dan zat besi.
So, jangan ragu lagi untuk mengonsumsi telur. Jika Kamu takut akan isu lemak yang terkandung di dalam telur, simpan dulu kekhawatiran Kamu, karena telur hanya mengandung sejumlah kecil asam lemak jenuh (sering disebut asam lemak jahat), kira-kira sekitar 1.6 gram dari 5 gram lemak yang terkandung di dalam telur. Bagaimana dengan kolesterol? Menurut situs bodybuilding, telur memang mengandung kolesterol, namun kolesterol yang terkandung di dalam telur tidak berperan dalam peningkatan kadar kolesterol di dalam darah yang berasosiasi dengan berbagai masalah kesehatan, seperti aterosklerosis, jantung koroner ataupun stroke. Nah, sekarang tidak perlu khawatir lagi mengonsumsi telur guna mendapatkan tubuh berotot yang Kamu inginkan.
Cara Memilih Yogurt yang Baik dan Menyehatkan
Yogurt merupakan produk fermentasi yang berasal dari susu dan difermentasi oleh bakteri baik. Yogurt diketahui sebagai produk makanan fermentasi tertua dan banyak dikenal di berbagai belahan dunia. Kata yogurt sendiri berasal dari bahasa Turki yang berarti susu yang menebal, karena adanya perubahan tekstur yang terjadi saat susu difermentasi, yaitu semakin mengental. Rasa asam yang Kamu jumpai saat mengonsumsi yogurt berasal dari asam laktat yang merupakan produk sampingan hasil fermentasi. Asam laktat tersebut juga bertindak sebagai pengawet, makanya yogurt itu bisa bertahan cukup lama ketimbang susu itu sendiri. Akhir-akhir ini hampir di setiap pusat perbelanjaan dapat kita jumpai stand khusus yang menjual produk yogurt. Khasiatnya dalam menyediakan probiotik (bakteri baik) membuat banyak orang terpesona. Tetapi jangan sampai salah memilih yogurt, alih-alih ingin sehat malah akan menghapus manfaat bakteri baik yang kemudian membuat kita berisiko mengalami diabetes. Loh, kenapa diabetes? Karena ada produk yogurt yang ditambahkan glukosa dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat berbahaya bagi mereka yang memiliki resiko tinggi terhadap diabetes. Penambahan glukosa umumnya untuk alasan rasa. Kandungan glukosa yang tinggi bahkan bisa menyamai kandungan glukosa dalam permen, itulah sebabnya mengapa di Amerika Serikat yogurt yang tidak sehat tersebut kerap disebut permen cair. Oleh karena itu, jangan sembarangan memilih Yogurt yang banyak beredar di pasaran, berikut ini beberapa panduan yang bisa Kamu gunakan untuk memilih yogurt yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan:
- Perhatikan kalorinya: Yogurt bisa menjadi senjata buat Kamu yang ingin merampingkan pinggang, namun bisa juga sebaliknya. Kuncinya terletak pada jumlah kalori yang terkandunga di dalam produk yogurt, karena sejumlah itulah kalori akan masuk ke dalam tubuh ketika Kamu menikmatinya. Tips yang bisa Kamu gunakan adalah dalam satu penyajian, yogurt hendaknya mengandung tidak lebih dari 200 kalori. Informasi tersebut bisa Kamu dapatkan pada kemasan produk yogurt yang ingin Kamu beli.
- Perhatikan lemaknya: Nah, ini yang banyak menjadi perhatian bagi mereka yang tengah menjalankan program diet, yaitu kandungan lemak di dalam yogurt. Takaran amannya adalah 4 gram, karena jumlah tersebut menunjukkan bahwa sumber lemaknya hanya dari susu. Jika Kamu menemukan jumlah lemaknya lebih dari itu, artinya adalah sumber lemak yang ada did ala produk yogurt didapat dari bahan makanan yang memiliki lemak jenuh yang berbahaya bagi jantung.
- Perhatikan gulanya: Bahkan yogurt yang plain-pun ditambahi dengan gula, karena bahan baku susu yang digunakan dalam pembuatan yogurt umumnya membutuhkan 12 gram gula per mangkuk. Jika yang plain saja seperti itu, maka bisa dibayangkan kandungan gula dalam yogurt yang dibuat untuk memiliki sensasi rasa tertentu, sudah bisa dipastikan gulanya cukup tinggi. Perlu Kamu ketahui bahwa dalam satu hari, rata-rata perempuan membutuhkan 40 gram gula. Agar man dari bahaya gula, maka jauhi produk-produk makanan atau minuman yang menggunakan fructose corn syrup sebagai pemanis buatan, karena bisa membuat pinggang kita melebar dan berisiko mengalami diabetes.
- Perhatikan proteinnya: Protein merupakan nutrisi yang diidam-idamkan bagi mereka yang ingin dietnya berhasil, karena itu jangan pernah lupa untuk melihat kandungannya dalam setiap makanan atau minuman kita. Idealnya dalam sebuah produk yogurt, protein yang harus ada adalah 6 gram, agar tidak kalah bersaing dengan gula atau pemanis buatan yang ditambahkan.
Cara Memasak dan Karsinogen (Zat Penyebab Kanker)
Proses memasak yang kita kenal selama ini diketahui dapat memicu munculnya reaksi antara zat-zat yang terkandung dalam makanan dengan energi panas yang dibutuhkan untuk membuat masakan matang. Temperatur tinggi dalam proses memasak memungkinkan munculnya reaksi kimia pada senyawa asam amino (protein) dan gula (karbohidrat) yang kemudian akan menghasilkan senyawa karsinogen dan mutagen yang berbahaya bagi tubuh Kita. Pada artikel ini akan sedikit diulas mengenai berbagai senyawa karsinogen serta cara memasak yang menyebabkan terbentuknya senyawa penyebab kanker tersebut. Senyawa Amin Heterosiklik pada DagingSenyawa Amin Heterosiklik (AH) dihasilkan ketika kreatin dan asam-sam amino yang terkandung pada daging bereaksi dengan panas. Sedikit atau banyaknya senyawa AH yang dihasilkan tergantung dari tinggi rendahnya temperatur memasak yang digunakan, serta tergantung juga dari lama atau sebentarnya proses memasak dilakukan. Senyawa AH diklasifikasikan oleh National Institute of Health sebagai agen penyebab kanker, dan juga diketahui bersifat genotoksik. Genotoksik maksudnya adalah senyawa AH dapat menyebabkan mutasi, delesi (penghapusan) dan insersi (pemasukan) pada tingkat DNA. Nah, dalam proses memanggang (seperti pada pembuatan Sate) dan menggoreng, senyawa AH lebih banyak dihasilkan ketimbang ketika daging direbus atau dimasak dengan metode dimana daging tidak bersentuhan langsung dengan sumber panasnya. Sayangnya proses memanggang dan menggoreng tidak bisa dihindarkan dalam proses memasak, oleh karena itu untuk melawan senyawa AH yang dihasilkan maka perbanyaklah untuk mengonsumsi sayur-sayuran dengan rasio 2:1, 2 untuk sayuran dan 1 untuk daging.
Senyawa Glikotoksin
Saat Kamu memasak orek tempe Kamu akan melihat terjadinya proses karmelisasi antara kecap yang digunakan dengan panas atau saat Kamu memanggang roti akan terlihat munculnya warna coklat, kedua proses itu menggambarkan terjadinya reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula (karbohidrat) dan protein dengan panas yang ditandai dengan munculnya warna coklat. Reaksi Maillard sering juga disebut reaksi pencoklatan. Dalam proses memasak, terjadinya reaksi Maillard bukan hanya akan menurunkan tingkat nutrisi dari makanan, namun juga akan menghasilkan senyawa yang disebut dengan glikotoksin. Pada kadar yang tinggi, senyawa glikotoksin berkontribusi pada beberapa peningkatan resiko keadaan tubuh seperti inflamasi, aterosklerosis, kerusakan ginjal, diabetes, Alzheimer, dan lain-lain.

Mengingat efek negatifnya terhadap kesehatan tubuh, maka Kita wajib memerhatikan konsumsi makanan yang mungkin mengandung senyawa glikotoksin. Oleh karena itu metode memasak yang digunakan memegang peranan penting terhadap kandungan senyawa glikotoksin pada suatu bahan makanan. Sebagai contoh, 90 gram daging ayam yang dimasak dengan cara digoreng dan dipanggang akan menghasilkan senyawa glikotoksin pada kisaran angka 4000 hingga 9000, sementara jika direbus atau disteam hanya akan menghasilkan 1000 senyawa glikotoksin. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi senyawa glikotoksin yang dihasilkan selama proses memasak adalah memasaklah dengan menggunakan temperatur rendah atau memasak dengan menggunakan cairan. Hal itu akan menghindari kontak langsung antara sumber panas dengan bahan makanan, sehingga senyawa glikotoksin yang dihasilkan tidak tinggi. Cara lain adalah dengan menambahkan asam, seperti perasan air jeruk lemon ataupun cuka, saat memasak.
Senyawa Akrilamid
Senyawa akrilamid juga merupakan produk dari reaksi Maillard, selain glikotoksin. Ketika asam amino asparagin yang terkandung dalam makanan bereaksi dengan gula yang berasal dari bahan makanan yang sama atau yang lain dengan bantuan panas yang tinggi (120 derajat C), maka pada saat itu senyawa akrilamid akan dihasilkan. Semakin tinggi temperatur yang digunakan dan semakin lama proses memasaknya, maka semakin banyak pula senyawa akrilamid yang dihasilkan. Makanan-makanan yang kerap kita konsumsi sehari-hari, seperti French Fries (kentang goreng), keripik kentang, sereal dan lain-lain, diketahui mengandung senyawa akrilamid. So, bila Kamu mengonsumsi makanan-makanan itu cukup sering, maka sekarang saatnya untuk lebih bervariasi lagi dalam memilih bahan makanan, terutama ba.han makanan yang sehat dan menyehatkan. Senyawa akrilamid berbahaya untuk dikonsumsi karena sifatnya yang genotoksik, karsinogenik (menyebabkan kanker) dan neurotoksik (bahaya untuk saraf).
Senyawa-senyawa berbahaya di atas pada umumnya ada dalam bahan makanan setelah melalui proses memasak yang menggunakan panas tinggi, seperti menggoreng dan memanggang. Sayangnya, masyarakat Indonesia cukup akrab dengan makanan yang diolah dengan proses menggoreng ataupun memanggang, sebut saja gorengan ataupun sate. Nah, kalau sudah begitu maka kebiasaan tersebut harus dikurangi dan dialihkan dengan menggunakan metode memasak yang lain, seperti merebus ataupun mengukus, atau diimbangi dengan konsumsi sayuran segar, seperti lalapan (kebersihannya harus dperhatikan).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar