Apa itu Virus Ebola? Penyakit, Jenis, Gejala dan Cara Penanganannya
Sebelum membicarakan mengenai virus Ebola, ada baiknya Kamu terlebih dahulu mengetahui apa itu virus di artikel ini, Mengenal Virus Yuk….
Virus Ebola dapat menyebabkan suatu penyakit serius yang akut yang
bila tidak ditangani dapat berakibat fatal. Kata Ebola terambil dari
nama sebuah sungai yang di dekatnya terjadi wabah penyakit virus Ebola.
Kejadian di sungai Ebola itu sebenarnya bukanlah yang pertama, namun
kejadian munculnya Ebola di dekat daerah sungai Ebola terjadi setelah
kasus yang pertama. Kasus pertama Ebola terjadi pada tahun 1976 dan
terjadi secara simultan pada 2 orang, satu di Nzara (Sudan) dan satu
lagi di Yambuku (Republik Demokratik Kongo). Dan kejadian Ebola yang
terbaru terjadi pada bulan Maret 2014 yang disinyalir merupakan kejadian
yang paling besar dan paling kompleks semenjak pertama kali ditemukan
(tahun 1976).
Virus Ebola termasuk ke dalam famili Floviridae, yaitu genus
Ebolavirus. Saat ini, 5 spesies Ebolavirus telah teridentifikasi, yaitu
Zaire, Bundibugyo, Sudan, Reston dan Tai Forest. Kejadian yang terbaru
(2014 di Afrika Barat) disebabkan oleh spesies Zaire.
Demam hemorrhagic Ebola atau Ebola Hemorrhagic Fever merupakan
penyakit menular dan mematikan yang dapat diderita oleh manusia dan juga
primata, seperti monyet, gorilla dan simpanse. Penyakit demam Ebola
dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga bila tidak
ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal.
Cara Virus Ebola Tersebar
Ketika seseorang terjangkit oleh virus Ebola, maka virus tersebut
dapat tertular ke orang lain melalui berbagai cara. Sentuhan atau
paparan pada tetesan darah, urine atau cairan tubuh lain yang berasal
dari penderita Ebola merupakan salah satu cara tertularnya virus Ebola.
Jarum yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh dapat juga menjadi
media untuk tertularnya virus Ebola. Oleh karena itu, virus Ebola dapat
tersebar dengan cepat, terutama pada tenaga kesehatan apabila tidak
mengenakan pelindung dengan baik.
Virus Ebola tidak bisa menyebar lewat makanan ataupun minuman
layaknya virus yang lain. Virus Ebola juga tidak menyebar lewat udara
layaknya virus influenza. Oleh sebab itulah, virus Ebola tidak semudah
virus influenza untuk bisa tertular ke orang lain.
Tanda dan Gejala Ebola
Tanda-tanda pertama Ebola mulai muncul setelah 2 hingga 21 hari
semenjak terekspos oleh virus tersebut. Kebanyakan orang pada umumnya
akan mengalami gejala Ebola yang dimulai dari hari ke-8 hingga ke-10
setelah terpapar.
Gejala awal Ebola termasuk berikut ini:
- Demam
- Sakit kepala
- Sakit pada otot dan persendian
- Kelelahan
- Sakit pada ternggorokan
- Menggigil
Seiring dengan berkembangnya penyakit Ebola di dalam tubuh, gejala-gejala berikut ini akan terlihat, yaitu:
- Terjadi perdarahan di dalam dan luar tubuh
- Mual dan muntah
- Diare
- Kemerahan pada kulit
- Sakit pada dada dan perut
- Kesulitan dalam bernafas dan menelan
Pada tingkat perkembangan selanjutnya yang menunjukkan bahwa keadaan
pasien semakin parah maka perdarahan yang terjadi akan semakin parah.
Shock, koma dan kegagalan fungsi organ serta
kematian.
kematian.
Penanganan
Penanganan Ebola harus dilakukan secara intensif di unit perawatan
rumah sakit. Penanganan tersebut meliputi hidrasi yang harus senantiasa
dijaga, suplai oksigen yang juga harus dijaga, menjaga tekanan darah,
menggantikan darah yang hilang dengan transfusi darah, serta mengobati
gejala yang muncul. Penderita Ebola juga harus diidolasi agar dapat
menjaga kontak dengan orang lain, sehingga tidak tertlar.
Vaksin untuk virus Ebola hingga saat ini belum ditemukan dan masih
dalam tahap penelitian. Oleh karena itu, untuk meminimalisir korban jiwa
akibat Ebola, maka kontak kepada penderita harus dihindari dan jangan
berkunjung ke suatu tempat dimana terjadi outbreak virus Ebola, seperti
di benua Afrika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar